Saling berbagi dalam dunia ilmu,bersama-sama berkarya mewujudkan cita-cita menjadi manusia yang berdaya dan memberdayakan
Jumat, 09 Desember 2011
Kamis, 08 Desember 2011
"Masalah" adalah guru kita untuk menjadi "dewasa"
Kita sering mengeluh ketika kita ditimpa masalah, padahal masalah yang menimpa kita adalah alat bagi kita untuk mengenal siapa diri kita. Masalah adalah pelajaran yang sangat berharga bagi kita untuk mengenali diri kita lebih dalam.
Apabila manusia hidup tanpa masalah, ia tidak akan pernah menjadi lebih baik daripada keadaan sebelumnya. Sebagai contoh apabila manusia tidak dihadapkan pada kesulitan dalam melakukan perjalanan, manusia tidak akan pernah mau bersusah payah merancang motor, merancang mobil, merancang pesawat terbang dan lain sebagainya.
Setiap orang yang sering menghadapi berbagai masalah dalam hidupnya, lambat laun akan menjadi terampil dalam mengatasi masalah yang menimpa dirinya dan ia akan semakin menyadari potensi yang terpendam pada dirinya.
Masalah yang menimpa diri kita pada dasarnya dapat dijadikan alat untuk mengenal diri sendiri lebih mendalam. Dengan masalah kita akan mengetahui siapa diri kita. Apakah kita seorang yang suka mengeluh ataukah optimistis, apakah kita seorang yang cepat meyerah pada keadaan ataukah kita seorang yang selalu survive dalam menghadapi keadaan, apakah kita seorang yang berani menatap masa depan dengan berbagai keterbatasan keadaan kita sekarang ataukah kita seorang yang pengecut yang tidak berani walaupun hanya untuk bermimpi. Itulah beberapa manfaat adanya masalah yang menimpa diri kita.
Menurut Kang Jalal (Jalaludin Rakhmat), hidup adalah sebuah pilihan dan setiap orang harus bertanggung jawab atas apa yang menjadi pilihannya. Dalam menghadapi masalah yang menimpa kita, Allah memberikan kebebasan memilih pada kita apakah kita akan menghadapi masalah dengan keluh kesah dan akhirnya hanya mengdapatkan apa yang kita keluhkan ataukah kita berani menghadapi masalah yang menimpa kita dan mengambil pelajaran (hikmah) dari masalah yang menimpa kita sehingga kita menjadi lebih dewasa dengan masalah tersebut ?
Sabtu, 12 November 2011
"Teruntuk anak-anakku" (Untuk para alumni SDN Kopo Elok)
Teruntuk Anak-Anakku
Wahai anak-anakku 6 tahun sudah kita bersama melewati hari-hari bahagia, penuh canda dan tawa kadang disertai tangis dan duka bersama mengisi hari demi hari di dunia ilmu SD Kopo Elok tercinta.
Wahai anak-anakku, masih segar diingatanku, waktu engkau mengawali harimu di kelas satu. dengan wajah ceria kau gandeng tangan ibumu memasuki kelas mu yang baru duduk di sebelah temanmu. Kau pelajari kata demi kata, angka demi angka, benda demi benda. Kau mulai belajar bagaimana menghitung angka-angka satuan, puluhan, ratusan bahkan ribuan. Kau mulai belajar bagaimana menghormati orang tua dan guru. Kau mulai belajar bagaimana merangkai kata-demi kata menjadi kalimat, paragraf dan karangan. Kau mulai belajar mengenal isi alam raya ini, Kau mulai belajar bagaimana memilih teman. Kau mulai belajar bagaimana mentaati peraturan berbagai permainan yang kau mainkan bersama teman-temanmu.
Wahai anak-anakku tak terasa waktu berlalu begitu cepat. Kelas satu, kelas dua, kelas tiga, kelas 4, kelas 5 telah kau lewati. Kini kau berada di penghujung kelas 6, bahkan sangat ujung. Dalam hitungan hari kau akan meninggalkan SD mu yang tercinta ini.
Di penghujung kebersamaan kita ini, selalu ingin kusampaikan padamu berbaktilah pada orang tua mu. Ingatlah jasa ibumu yang telah bersusah payah bersimbah peluh dan darah berjuang melahirkanmu. Dengan sabar ia terus mengasuhmu, membimbingmu setiap waktu, menemani malam-malammu, mengusir rasa takut di hatimu, mendekapmu ketika datang rasa cemas di hatimu, membelaimu ketika tiba rasa sedih atau manja di dirimu. Ingatlah jasa ayahmu yang selalu membanting tulang bekerja keras untuk dirimu. Ia relakan badannya terbakar terik mentari demi dirimu. Ia relakan badannya yang tegap memikul beban hanya untuk menghidupimu. Ia habiskan semua waktu-waktunya mencari rizki demi tercapainya cita-citamu.
Anak-anakku berbaktilah pada orang tua mu sekarang juga, janganlah kau lalaikan perintahnya, janganlah kau abaikan nasihatnya, janganlah kau lukai perasaannya karena kita tidak akan pernah tahu kapan orang tua kita dipanggil oleh Yang Maha Kuasa.
Anak-anakku, dipenghujung kebersamaan kita ini, selalu ku pesankan padamu, hormatilah selalu guru-guru mu yang telah mengajarimu membaca huruf demi huruf, kata demi kata, kalimat demi kalimat sehingga engkau dapat membaca dan mengenali isi alam raya ini. Yang telah mengajarimu menghitung angka demi angka sehingga engkau dapat menggunakan akal pikiranmu untuk menyelesaikan semua masalah di hidupmu. Yang telah mendidikmu bagaimana cara bergaul dengan sesama. Yang telah mendidikmu bagaimana beretika terhadap teman-temanmu, orang-orang yang lebih muda dari dirimu dan semua orang yang lebih tua dari dirimu termasuk orang tua dan gurumu.
Anak-anakku sekali lagi tetaplah hormat pada gurumu walau kelak kau jadi orang yang lebih sukses dari gurumu. Tidak mungkin kau dapat mencapai kesuksesan di hidupmu tanpa jasa guru-guru mu.
Anak-anakku maafkan aku bila selama aku mendidik dan mengajarimu banyak salah dan alfa yang kuperbuat padamu, bila banyak kata-kata kasar yang keluar dari mulutku, bila pernah aku mencubit dan memukulmu, bila sering kuberikan sanksi yang terlalu berat padamu.
Anak-anakku maafkan aku bila karena kelalaianku tidak teroptimalkan semua bakat mu, tidak tersalurkan semua minatmu, tidak terajarkan hal-hal yang seharusnya ku ajarkan padamu, tidak tersampaikan hal-hal yang seharusnya kusampaikan padamu. Ku sadari, aku bukanlah guru yang terbaik bagimu, aku hanyalah seorang guru biasa yang sedang belajar mengajar yang tidak akan pernah lepas dari hilap dan alfa.
Anak-anakku, ku panjatkan selalu do’aku untuk mu agar kau menjadi manusia terbaik yang dapat membahagiakan kedua orang tuamu, membanggakan semua guru-gurumu. Ku do’akan dirimu selalu agar senantiasa dapat menjaga diri dari hal-hal yang akan menghancurkan hidupmu, membuat kecewa semua orang yang mencintaimu. Ku do’akan dirimu selalu agar dapat tegar menempuh perjalanan panjang menggapai semua cita-citamu dengan penuh keikhlasan dan ketabahan. Ku do’akan selalu dirimu agar kelak kau menjadi orang yang berguna bagi agamamu, dirimu, keluargamu, masyarakatmu, bangsa dan tanah airmu.
Anak-anakku dipenghujung kebersamaan kita ini, ku sampaikan satu permintaanku pada mu. Do’akan aku selalu agar aku dapat menjadi guru yang sejati yang selalu menuntun adik-adik kelasmu menggapai semua cita dan cintanya, yang selalu memberi contoh bagaimana berakhlak yang baik, yang selalu menjadi teladan bagi setiap murid-muridnya.
Selamat berpisah anak-anakku, akan ku kenang selalu hari-hari indah bersamamu !
Sabtu, 05 November 2011
Pelita Hidupku
Dirimu yang ku cintai
Dirimu yang kusayangi
Dirimu yang selalu memberikan kehidupan di dalam hatiku
Dirimu bagaikan cahaya yang selalu menerangi alam hidupku
Tanpa dirimu
Ku tak kan hidup
Tanpa dirimu
Ku tak kan bahagia
Setiap langkahku, setiap waktu kau yang selalu mendoakan diriku
Dengan ikhlas, dengan rido kau mendidikku
Sampai ku beranjak dewasa
Lelah, letih kau tak ada habisnya tuk menjaga diriku
Pelita hidupku.....
Penerang hatiku....
Oh ..., ibuku
Air susumu yang membentukku sebagai anakmu
Jasamu begitu besar tak kan dapat ku gantikan oleh apapun
Meski lautan emas ku persembahkan padamu
Meskipun berjuta uang ku berikan untukmu
Doa mu penerang...
Ikhlas dan ridomu
surga bagi diri ku
oh..., ibu
Bandung, 5 Nopember 2011
Jeni Rahayu (Siswa kelas VI SDN Kopo Elok)
Dirimu yang kusayangi
Dirimu yang selalu memberikan kehidupan di dalam hatiku
Dirimu bagaikan cahaya yang selalu menerangi alam hidupku
Tanpa dirimu
Ku tak kan hidup
Tanpa dirimu
Ku tak kan bahagia
Setiap langkahku, setiap waktu kau yang selalu mendoakan diriku
Dengan ikhlas, dengan rido kau mendidikku
Sampai ku beranjak dewasa
Lelah, letih kau tak ada habisnya tuk menjaga diriku
Pelita hidupku.....
Penerang hatiku....
Oh ..., ibuku
Air susumu yang membentukku sebagai anakmu
Jasamu begitu besar tak kan dapat ku gantikan oleh apapun
Meski lautan emas ku persembahkan padamu
Meskipun berjuta uang ku berikan untukmu
Doa mu penerang...
Ikhlas dan ridomu
surga bagi diri ku
oh..., ibu
Bandung, 5 Nopember 2011
Jeni Rahayu (Siswa kelas VI SDN Kopo Elok)
Rabu, 02 November 2011
Alhamdulilah, Regu Inti SDN Kopo Elok Berhasil Menjuarai LT 2 Kwaran Bacip
Gerakan Pramuka Gudep 18043 - 18044 Pangkalan SDN Kopo Elok berhasil menjuarai Lomba Tingkat 2 Kwartir Ranting Babakan Ciparay Kota Bandung. Gerakan Pramuka SDN Kopo Elok mengirimkan dua regu inti yaitu Regu White Eagle (Regu Putra) dan Regu White Rose (Regu Putri).
Regu White Eagle terdiri dari : M. Alif Yasin Mubarok (Pinru), Riana Noor Sidik (Wapinru), Hamdan Fathulloh, Muhammad Ramdani, Sopiana, Abdul Azis Sidik, Tedi Fitriga, dan Saeful Millah. Sementara Regu White Rose terdiri dari : Siti Sara Waloni (Pinru), Putri Fitri Rosdianti (Wapinru), Jeni Rahayu, Adillah Siti Sayyidah, Al Fitriyani, Riska Sri Lestari, Gema Rinjani Fitaloka, Nahlah dan Serli Septiani.
Untuk tahun ini, format LT 2 mengalami perubahan. asalnya, tidak ada klasifikasi juara antara SD dan SMP. mengingat perbedaan yang ada antara jenjang pendidikan SD dan SMP, Juara LT 2 tahun 2011 ini dipisahkan antara SD dan SMP.
Untuk LT 2 Kwaran Babakan Ciparay tahun 2011 ini, peserta LT mengalami peningkatan yang signifikan. pada penyelenggaraan sebelumnya, peserta LT 2 hanya terdiri + 28 regu putra putri, sementara tahun 2011 ini LT 2 Kwartir Ranting Babakan Ciparay diikuti oleh 59 regu SD dan SMP se Kecamatan Babakan Ciparay Kota Bandung.
Para Juara LT 2 tingkat SD dan SMP berhak mewakili Kwartir Ranting Babakan Ciparay pada Lomba Tingkat 3 Kwartir Cabang Kota Bandung.
Regu White Eagle terdiri dari : M. Alif Yasin Mubarok (Pinru), Riana Noor Sidik (Wapinru), Hamdan Fathulloh, Muhammad Ramdani, Sopiana, Abdul Azis Sidik, Tedi Fitriga, dan Saeful Millah. Sementara Regu White Rose terdiri dari : Siti Sara Waloni (Pinru), Putri Fitri Rosdianti (Wapinru), Jeni Rahayu, Adillah Siti Sayyidah, Al Fitriyani, Riska Sri Lestari, Gema Rinjani Fitaloka, Nahlah dan Serli Septiani.Untuk tahun ini, format LT 2 mengalami perubahan. asalnya, tidak ada klasifikasi juara antara SD dan SMP. mengingat perbedaan yang ada antara jenjang pendidikan SD dan SMP, Juara LT 2 tahun 2011 ini dipisahkan antara SD dan SMP.
Untuk LT 2 Kwaran Babakan Ciparay tahun 2011 ini, peserta LT mengalami peningkatan yang signifikan. pada penyelenggaraan sebelumnya, peserta LT 2 hanya terdiri + 28 regu putra putri, sementara tahun 2011 ini LT 2 Kwartir Ranting Babakan Ciparay diikuti oleh 59 regu SD dan SMP se Kecamatan Babakan Ciparay Kota Bandung.
Para Juara LT 2 tingkat SD dan SMP berhak mewakili Kwartir Ranting Babakan Ciparay pada Lomba Tingkat 3 Kwartir Cabang Kota Bandung.
Kamis, 06 Oktober 2011
Ketika Sains (ayat-ayat kauniyah) dianaktirikan
Ketika Umat Islam beratuhid pada Allah, tidak membeda-bedakan antara ayat Kauliyah dan Ayat Kauniyah, Pada saat itu umat Islam menjelma menjadi umat yang besar, yang menjadi rujukan umat-umat lain dalam mengembangkan peradabannya, termasuk bangsa Eropa.
Pada saat itu lahir ilmuan-ilmuan Islam yang berhasil menemukan dan menyusun berbagai cabang ilmu yang penting bagi perkembangan peradaban manusia, seperti Jabir Ibnu Hayyan (Kimia), Ibnu Sina (kedokteran), Ibnu Kholdun (sosiologi), dll.
Sejak keruntuhan Daulah Umat Islam yang terakhir Turki Usmani sampai saat ini, umat Islam menganggap mempelajari ayat-ayat kauniyah (sains) bukanlah sebuah kewajiban, bahkan ada sebagian golongan yang berpendapat tidak penting mempelajri ayat-ayat kauniyah untuk kemajuan umat ini sehingga akhirnya umat Islam menjadi umat pengekor yang senantiasa mengekor pada bangsa barat akan semua sains dan teknologinya dan akibat yang lebih parah dari kelalaian umat ini akan sains adalah selama berabad-abad umat Islam di berbagai penjuru dunia menjadi jajahan bangsa-bangsa barat sehingga akhirnya umat ini menjadi umat yang miskin dan terbelakang.
Di zaman sekarang ini ,Tugas generasi muda Islam adalah kembali mengokohkan akidah kita dan mempelajari semua ilmu dari Allah baik itu ilmu yang bersumber dari ayat-ayat Kauliyah maupun ilmu yang bersumber dari ayat-ayat Kauniyah dengan sungguh-sungguh dan dengan sepenuh kemampuan agar umat ini kembali bangkit dan dapat meraih kembali fungsinya yaitu Ummatan Wasatho, umat yang menjadi rujukan umat lain dalam berbagai bidang –yang positif tentunya- dan menjadi pemutus atas masalah-masalah yang terjadi di dunia.
[1] Terinspirasi dari buku yang ditulis Dr. Ahmad Baiquni Islam dan Ilmu pengetahuan
Sabtu, 24 September 2011
KETIKA DOSA KITA SEDALAM SAMUDRA
Pernahkah kita menghitung dosa yang kita lakukan dalam satu hari, satu minggu, satu bulan, satu tahun bahkan sepanjang usia kita?
Andaikan saja kita bersedia menyediakan satu kotak kosong, lalu kita masukkan semua dosa-dosa yang kita lakukan, kira-kira apa yang terjadi? Saya menduga kuat bahwa kotak tersebut sudah tak berbentuk kotak lagi, karena tak mampu menahan muatan dosa kita.
Bukankah shalat kita masih "bolong-bolong"? Bukankah pernah kita tahan hak orang miskin yang ada di harta kita? Bukankah pernah kita kobarkan rasa dengki dan permusuhan kepada sesama muslim? Bukankah kita pernah melepitkan selembar amplop agar urusan kita lancar? Bukankah pernah kita terima uang tak jelas statusnya sehingga pendapatan kita berlipat ganda? Bukankah kita tak mau menolong saudara kita yg dalam kesulitan walaupun kita sanggup menolongnya?
Daftar ini akan menjadi sangat panjang......
Lalu, apa yang harus kita lakukan?
Allah berfirman dalam Surat az-Zumar [39]: 53 "Katakanlah: "Hai hamba-hambaKu yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
Indah benar ayat ini, Allah menyapa kita dengan panggilan yang bernada teguran, namun tidak diikuti dengan kalimat yang berbau murka. Justru Allah mengingatkan kita untuk tidak berputus asa dari rahmat Allah. Allah pun menjanjikan untuk mengampuni dosa-dosa kita.
Karena itu, kosongkanlah lagi kotak yang telah penuh tadi dengan taubat pada-Nya.Kita kembalikan kotak itu seperti keadaan semula, kita kembalikan jiwa kita ke pada jiwa yang fitri dan nazih.
Jika anda mempunyai onta yang lengkap dengan segala perabotannya, lalu tiba-tiba onta itu hilang. Bukankah anda sedih? Bagaimana kalau tiba-tiba onta itu datang kembali berjalan menuju anda lengkap dengan segala perbekalannya? Bukankah Anda akan bahagia? "Ketahuilah," kata Rasul, "Allah akan lebih senang lagi melihat hamba-Nya yang berlumuran dosa berjalan kembali menuju-Nya!"
Allah berfirman: "Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi)." (QS 39:54)
Seperti onta yang sesat jalan dan mungkin telah tenggelam di dasar samudera, mengapa kita tak berjalan kembali menuju Allah dan menangis di "kaki kebesaran-Nya" mengakui kesalahan kita dan memohon ampunNya...
Wahai Tuhan Yang Kasih Sayang-Nya lebih besar dari murka-Nya, Ampuni kami Ya Allah!
Langganan:
Postingan (Atom)
