SDN Kopo Elok Jalan Buana No.8 Kopo Elok Kota Bandung. Selamat datang di Blog kami, mari berbagi bersama-sama mencerdaskan tunas negeri untuk Indonesia mandiri dan sejahtera

Sabtu, 24 September 2011

KETIKA DOSA KITA SEDALAM SAMUDRA


Pernahkah kita menghitung dosa yang kita lakukan dalam satu hari, satu minggu, satu bulan, satu tahun bahkan sepanjang usia kita?
Andaikan saja kita bersedia menyediakan satu kotak kosong, lalu kita masukkan semua dosa-dosa yang kita lakukan, kira-kira apa yang terjadi? Saya menduga kuat bahwa kotak tersebut sudah tak berbentuk kotak lagi, karena tak mampu menahan muatan dosa kita.
Bukankah shalat kita masih "bolong-bolong"? Bukankah pernah kita tahan hak orang miskin yang ada di harta kita? Bukankah pernah kita kobarkan rasa dengki dan permusuhan kepada sesama muslim? Bukankah kita pernah melepitkan selembar amplop agar urusan kita lancar? Bukankah pernah kita terima uang tak jelas statusnya sehingga pendapatan kita berlipat ganda? Bukankah kita tak mau menolong saudara kita yg dalam kesulitan walaupun kita sanggup menolongnya?

Daftar ini akan menjadi sangat panjang......
Lalu, apa yang harus kita lakukan?
Allah berfirman dalam Surat az-Zumar [39]: 53 "Katakanlah: "Hai hamba-hambaKu yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."

Indah benar ayat ini, Allah menyapa kita dengan panggilan yang bernada teguran, namun tidak diikuti dengan kalimat yang berbau murka. Justru Allah mengingatkan kita untuk tidak berputus asa dari rahmat Allah. Allah pun menjanjikan untuk mengampuni dosa-dosa kita.
Karena itu, kosongkanlah lagi kotak yang telah penuh tadi dengan taubat pada-Nya.Kita kembalikan kotak itu seperti keadaan semula, kita kembalikan jiwa kita ke pada jiwa yang fitri dan nazih.
Jika anda mempunyai onta yang lengkap dengan segala perabotannya, lalu tiba-tiba onta itu hilang. Bukankah anda sedih? Bagaimana kalau tiba-tiba onta itu datang kembali berjalan menuju anda lengkap dengan segala perbekalannya? Bukankah Anda akan bahagia? "Ketahuilah," kata Rasul, "Allah akan lebih senang lagi melihat hamba-Nya yang berlumuran dosa berjalan kembali menuju-Nya!"

Allah berfirman: "Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi)." (QS 39:54)
Seperti onta yang sesat jalan dan mungkin telah tenggelam di dasar samudera, mengapa kita tak berjalan kembali menuju Allah dan menangis di "kaki kebesaran-Nya" mengakui kesalahan kita dan memohon ampunNya...

Wahai Tuhan Yang Kasih Sayang-Nya lebih besar dari murka-Nya, Ampuni kami Ya Allah!


Sabtu, 17 September 2011

Mengapa anak susah diatur dan nurut sama orang tua?

Orang tua adalah sosok yang sangat berperan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. setiap orang tua pasti menginginkan anaknya tumbuh menjadi seseorang yang soleh, disiplin, pandai dan sukses dikehidupannya. orang tua sering menasehati anaknya agar rajin membaca, belajar dan disiplin, tapi apa yang terjadi, banyak anak yang melakukan sebaliknya. mereka tidak disiplin, tidak rajin bahkan mereka sering kali melawan pada orang tuanya. sebagai orang tua, kita harus benar-benar merenung menganapa hal itu bisa terjadi. menurut beberapa ahli pendidikan, apabila hal seperti ini ada beberapa sebab.
yang pertama: menurut Ngalim Purwanto, sebagai guru atau orang tua, KITA TIDAK DAPAT MEMBERIKAN APA YANG TIDAK KITA MILIKI. seorang ayah atau ibu atau guru tidak mungkin mendidik anak-anaknya dengan kedisiplinan kalau ia tidak disiplin, tidak mungkin ia mendidik rajin membaca kalau ia tidak rajin membaca. jadi sebab yang pertama adalah orang tua atau guru sebagai orang tua di sekolah tidak memiliki sifat atau karakter baik yang dapat diwariskan kepada anak-anaknya.
SEBAB KEDUA, apabila orang tua sudah memiliki sifat baik tapi tidak dapat terwariskan pada anak-anaknya ini dapat disebabkan oleh hubungan anak orang tua yang kurang harmonis. orang tua sibuk kerja sementara anak sibuk pula main di PS atau di warnet. memang orang tua disiplin dalam bekerja tapi ia tidak disiplin dalam mendidik anak. ia tak mampu jadi pujaan dan teladan bagi anak-anaknya karena ia hanya bertemu dengan anaknya selama beberapa menit ketika mau berangkat kerja atau ia hanya bicara dengan anaknya ketika ia menyruh anaknya atau ketika anaknya minta uang selebihnya tidak ada.
SEBAB KETIGA, mungkin orang tua membiarkan anaknya bergaul dengan lingkungan yang tidak kondusif. orang tua tersebut membiarkan anaknya bergaul dengan teman yang nakal, tidak suka belajar dan mengambur-hamburkan waktu alias tidak disiplin. Rosululloh bersabda, orang yang bergaul dengan tukang pandai besi ia akan bau seperti besi orang yang bergaul dengan tukang minyak wangi ia akan harum. teman atau lingkungan sangat besar perannya bagi perkembangan karakter seorang anak.
SEBAB KEEMPAT, mungkin kita sebagai orang tua tidak bersungguh-sungguh meminta pada Alloh agar kita diberikan anak yang soleh dan dijadikan orang tua yang mampu jadi teladan dan panutan bagi anak-anaknya. menurut Irawati Istadi dalam buku mendidik dengan cinta, orang tua yang rajin tahajud dan berdoa ketika itu ia akan dikaruniai QOULAN TSAQILA atau ucapan yang berbobot. QOULAN TSAQILA juga dapat berarti kharisma sehingga ketika orang tua tersebut menasihati anaknya ada perasaan hormat (bukan takut) dan semua nasihatnya insya Alloh berbekas di hati anak-anaknya.

Jumat, 16 September 2011

Untuk Sang Hawa

Seseorang menjadi indah bukanlah karena kecantikan fisik semata, setiap orang terutama Sang Hawa akan menjadi indah dan menawan hati setiap cucu adam di kala ia menjadikan akhlak mahmudah sebagai pakaianya
Wahai Sang Hawa, kecantikanmu tidaklah abadi, suatu hari akan sirna, hilang ditelan ketuaan. Tubuhmu yang molek suatu hari akan renta dan kembali kepada tanah
Wahai Sang Hawa, kecantikan abadi adalah kecantikan pekerti yang dibalut nilai-nilai islami, dihias oleh bunga taqwa yang semerbak menaburkan benih-benih keimanan
Wahai Sang Hawa, hidup berteman islam yang dibalut nilai-nilai taqwa tidaklah mudah, deraan ujian dan fitnah akan selalu menemanimu. Untuk hidup berteman Islam, berhias taqwa, menabur iman dibutuhkan perjuangan yang sungguh-sungguh. Engkau akan dicerca, dihina, dikucilkan, dianggap kampungan oleh cucu-cucu hawa yang menuhankan indahnya surga dunia.
Wahai saudariku, selamat berjuang, genggam kukuh prinsipmu, pegang erat keislamanmu, pelihara iman dan taqwamu. Walau musuh menerjang dengan berbagai cerca dan fitnah. Ingatlah Allah akan selalu bersama kita yang selalu menjunjung izzatul Islam, agama hak, karunia-Nya yang terbesar

Rabu, 14 September 2011

KETIKA HARI KIAMAT TIBA

Siapkah kita ketika hari akhir datang ?
Ketika terdengar suara dentuman keras memeka telinga
Ketika guncangan gempa meluluhlantahkan seluruh isi maya pada
Ketika air laut menggunung tumpah ke daratan membentuk tsunami yang meninggi
Ketika topan badai mengamuk menelan seluruh isi bumi

Siapkah kita ketika kiamat menjelang ?
Ketika langit alam raya terpecah berantakan
Ketika bintang-bintang berjatuhan
Ketika planet-planet keluar dari garis edarnya dan bertabrakan
Ketika gunung-gunung beterbangan
Ketika manusia berjalan gontai seperti orang yang mabuk karena minuman
Dan manusia akan mati beterbangan bagai anai-anai

Siapkah kita ketika hari kehancuran tiba ?
Ketika matahari didekatkan dengan jarak yang sangat dekat
Ketika suhu bumi meningkat menjadi sangat panas
Air yang ada di sekitar kita akan mendidih
Aspal yang sering kita pijak akan mendidih
Bumi yang kita tinggali akan terbelah dan mengeluarkan magma yang mendidih
Lautan dan samudra akan mendidih
Es di kutub utara dan selatan akan mencair dan mendidih

Ketika kiamat tiba,
Kita akan lupa pada ayah yang kita hormati
Kita akan lupa pada ibu yang kita cintai
Kita akan lupa pada adik dan kakak yang kita sayangi
Kita akan berpisah dengan semua saudara, teman sahabat yang kita banggakan
Karena kita begitu cemas akan pertanggungjawaban amal-amal hidup kita di dunia

Ketika hari kiamat tiba,
Manusia berlari ke sana ke mari meminta pertolongan
Manusia menjerit melolong memohon ampunan
Manusia merajuk pada Nabi-Nabinya memohon syafaat dan perlindungan
Manusia berdo’a pada Alloh agar segera dimatikan
Karena tidak kuasa menahan penderitaan yang tidak terperikan

Ketika hari kiamat tiba,
Orang-orang kafir menyesali kekafiranya
Orang-orang fasik menyesali kefasikannya
Orang-orang pendosa menyesali semua dosa-dosanya
Orang-orang sombong menyesali semua kesombongannya
Orang-orang yang lalai menyesali semua kelalaianya
Karena ternyata semua ancaman Alloh akan perbuatannya benar adanya.

Namun, ketika hari kiamat tiba,
Ada orang-orang yang diam di kesejukan
Ada orang-orang yang bersinar wajahnya mendapat rahmat dan ampunan
Ada orang-orang yang berkumpul dalam naungan ketakwaan
Merekalah para kekasih Alloh
Merekalah orang yang senantiasa beribadah dengan penuh keihlasan
Merekalah anak-anak yang selalu berbakti pada orang tuanya dengan penuh kesungguhan
Merekalah hamba-hamba yang selalu bangun di tengah malam merintih mohon ampunan
Merekalah para mujahid yang berjuang menegakan kalimat Alloh tanpa satupun keluhan

Ketika hari kimat tiba,
Mudah-mudahan kita termasuk orang-orang beriman
Yang selalu kukuh istiqomah memegang imannya
Amin….!
Bandung, 17 Juni 2010
Mutakarrima Aqila

Rabu, 07 September 2011

Belajar "mengajar" pada Ibu


Ibu adalah sesosok mahluk Tuhan yang sangat mulia. Ia rela mengorbankan segala-galanya demi anak-anak yang dicintainya. Seorang ibu rela bersusah payah dan tanpa mengeluh mengandung anaknya selama sembilan bulan dan ibu rela menahan sakit bertarung dengan azal untuk melahirkan anak yang dikandungnya. Setelah sang anak lahir, ibu selalu tersenyum menatap anaknya yang dulu dikandungnya. Ibu tidak sedikit pun meminta upah atas beban berat yang ia derita selama sembilan bulan.
Setelah sang anak lahir, seorang ibu dengan ikhlas akan selalu menjaga dan merawat anaknya. Di kala sibayi mengompolinya atau buang air besar dipangkuannya, ibu tidak pernah marah. Panggilan sayang akan selalu keluar dari kedua bibirnya yang mulia meskipun si bayi membuang kotoran dipangkuannya.
Di kala sang anak bertambah besar, do’a-do’a ibu selalu menyertai tiap langkah sang anak, apabila sang anak melakukan kesalahan, ibu akan dengan mudah dan penuh keikhlasan memaafkan semua kasalahan sang anak. Apabila sang anak menghadapi sebuah masalah, ibu tidak akan pernah tinggal diam, ia akan mencari seribu macam cara untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh anaknya. Apabila sang anak bersedih, belaian lembut ibu akan selalu menentramkan hati sang anak. Apabila sang anak melakukan kesalahan pada dirinya, ibu tidak akan cepat marah, ia akan memaklumi dan memahami alasan sang anak melakukan kesalahan sehingga dengan cepat ia memaafkan kesalahan anaknya. Itulah seorang ibu. Do’a-do’anya akan selalu meluncur deras mengiringi setiap langkah kita di kehidupan ini.           
Alangkah indahnya, apabila para guru meneladani seorang ibu dalam mendidik dan mengasuh anak didiknya. Mungkin apabila seorang guru mau meneladani seorang ibu dalam mendidik siswa-siswinya, tidak akan pernah lagi kita dengar murid yang membenci gurunya, tidak akan kita jumpai suasana mengajar yang mirip dengan latihan militer, tidak akan pernah kita mendengar umpatan dan cacian guru pada murid-muridnya yang dianggap bodoh.
Untuk meneladani seorang ibu dalam mengajar, ada beberapa hal yang harus diperhatikan.
1.   Cinta ibu adalah cinta sejati
Seorang ibu akan sangat tulus mencintai anaknya. Cinta ibu adalah cinta sejati, cinta ibu tidak kenal lelah memberi, cinta ibu tak kenal harap akan balas jasa dari anak yang telah ia asuh dari sejak kecil sampai dewasa.
Dalam mendidik murid-muridnya, seorang guru layaknya mendasari pekerjaannya dengan cinta sejati, sama seperti cintanya ibu pada anaknya. Seorang guru harus tulus mencintai muridnya, dari cinta sejati akan lahir kasih sayang yang tulus dan tidak direkayasa. Apabila seorang guru mampu mencintai muridnya dengan tulus dan memberikan kasih sayang pada semua muridnya, pelajaran yang ia sampaikan akan langsung diterima oleh hati murid-muridnya dan akan membekas sampai ia dewasa kelak.

2.   Ibu akan selalu memahami kesalahan yang dilakukan anak sebagai proses pembelajaran.
Seorang ibu akan senantiasa memahami setiap kesalahan yang dilakukan oleh anaknya sebagai sebuah proses pembelajaran, ia akan memberitahukan pada anaknya dengan arif bahwa hal itu adalah salah dan ia akan segera memaafkan semua kesalahan yang dilakukan oleh anaknya.
Sudah selayaknya seorang guru mau memahami kesalahan yang dilakukan oleh murid-muridnya sebagai proses pembelajaran. Ia tidak cepat memponis bahwa muridnya bodoh, tidak sopan, nakal dan lain sebagainya. Ia harus dengan arif memberi tahukan kesalahan yang dilakukan oleh muridnya dan meluruskannya dengan penuh kasih sayang. Apabila seorang guru melakukan hal yang demikian, secara tidak langsung ia telah mengajarkan pada siswa-siswanya bahwa kesalahan dan kegagalan bukanlah akhir dari segalanya, setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan dan orang yang terbaik atau yang berhasil, bukanlah mereka yang tidak pernah melakukan kesalahan, melainkan mereka yang selalu bangkit dan segera memperbaiki diri apabila mereka terjebak pada kesalahan yang mengakibatkan kegagalan. 
3.   Do’a ibu untuk anaknya tak kenal henti
Do’a ibu untuk anaknya adalah do’a yang paling tulus dan tak kenal henti. Ketika anaknya terlelap tidur, dalam sujud-sujudnya selalu terselip do’a untuk anak tercinta agar anaknya menjadi seseorang yang berguna bagi agama, nusa dan bangsa.
Seorang guru selayaknya selalu mendoakan murid-muridnya dengan tulus, ketika untaian do’a keluar dari hati seorang guru, di saat itu akan terbangun hubungan yang tulus antara guru dan muridnya. Hubungan yang tidak terbatas pada hubungan formalitas antara guru dan murid, tetapi hubungan yang terjalin adalah hubungan dari hati ke hati yang dilandasi ketulusan, cinta dan kasih sayang. Apabila seorang guru mampu membangun hubungan batin yang harmonis, maka nasihat dan pelajaran yang disampaikan olehnya akan selalu diingat dan dikuasai oleh siswa-siswanya dan apabila siswa tersebut kesulitan untuk memehami pelajaran yang disampaikan oleh gurunya, maka ia akan bekerja keras untuk menguasainya karena ia takut mengecewakan gurunya yang sudah membimbingnya dengan penuh ketulusan.