Orang tua adalah sosok yang sangat berperan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. setiap orang tua pasti menginginkan anaknya tumbuh menjadi seseorang yang soleh, disiplin, pandai dan sukses dikehidupannya. orang tua sering menasehati anaknya agar rajin membaca, belajar dan disiplin, tapi apa yang terjadi, banyak anak yang melakukan sebaliknya. mereka tidak disiplin, tidak rajin bahkan mereka sering kali melawan pada orang tuanya. sebagai orang tua, kita harus benar-benar merenung menganapa hal itu bisa terjadi. menurut beberapa ahli pendidikan, apabila hal seperti ini ada beberapa sebab.
yang pertama: menurut Ngalim Purwanto, sebagai guru atau orang tua, KITA TIDAK DAPAT MEMBERIKAN APA YANG TIDAK KITA MILIKI. seorang ayah atau ibu atau guru tidak mungkin mendidik anak-anaknya dengan kedisiplinan kalau ia tidak disiplin, tidak mungkin ia mendidik rajin membaca kalau ia tidak rajin membaca. jadi sebab yang pertama adalah orang tua atau guru sebagai orang tua di sekolah tidak memiliki sifat atau karakter baik yang dapat diwariskan kepada anak-anaknya.
SEBAB KEDUA, apabila orang tua sudah memiliki sifat baik tapi tidak dapat terwariskan pada anak-anaknya ini dapat disebabkan oleh hubungan anak orang tua yang kurang harmonis. orang tua sibuk kerja sementara anak sibuk pula main di PS atau di warnet. memang orang tua disiplin dalam bekerja tapi ia tidak disiplin dalam mendidik anak. ia tak mampu jadi pujaan dan teladan bagi anak-anaknya karena ia hanya bertemu dengan anaknya selama beberapa menit ketika mau berangkat kerja atau ia hanya bicara dengan anaknya ketika ia menyruh anaknya atau ketika anaknya minta uang selebihnya tidak ada.
SEBAB KETIGA, mungkin orang tua membiarkan anaknya bergaul dengan lingkungan yang tidak kondusif. orang tua tersebut membiarkan anaknya bergaul dengan teman yang nakal, tidak suka belajar dan mengambur-hamburkan waktu alias tidak disiplin. Rosululloh bersabda, orang yang bergaul dengan tukang pandai besi ia akan bau seperti besi orang yang bergaul dengan tukang minyak wangi ia akan harum. teman atau lingkungan sangat besar perannya bagi perkembangan karakter seorang anak.
SEBAB KEEMPAT, mungkin kita sebagai orang tua tidak bersungguh-sungguh meminta pada Alloh agar kita diberikan anak yang soleh dan dijadikan orang tua yang mampu jadi teladan dan panutan bagi anak-anaknya. menurut Irawati Istadi dalam buku mendidik dengan cinta, orang tua yang rajin tahajud dan berdoa ketika itu ia akan dikaruniai QOULAN TSAQILA atau ucapan yang berbobot. QOULAN TSAQILA juga dapat berarti kharisma sehingga ketika orang tua tersebut menasihati anaknya ada perasaan hormat (bukan takut) dan semua nasihatnya insya Alloh berbekas di hati anak-anaknya.
yang pertama: menurut Ngalim Purwanto, sebagai guru atau orang tua, KITA TIDAK DAPAT MEMBERIKAN APA YANG TIDAK KITA MILIKI. seorang ayah atau ibu atau guru tidak mungkin mendidik anak-anaknya dengan kedisiplinan kalau ia tidak disiplin, tidak mungkin ia mendidik rajin membaca kalau ia tidak rajin membaca. jadi sebab yang pertama adalah orang tua atau guru sebagai orang tua di sekolah tidak memiliki sifat atau karakter baik yang dapat diwariskan kepada anak-anaknya.
SEBAB KEDUA, apabila orang tua sudah memiliki sifat baik tapi tidak dapat terwariskan pada anak-anaknya ini dapat disebabkan oleh hubungan anak orang tua yang kurang harmonis. orang tua sibuk kerja sementara anak sibuk pula main di PS atau di warnet. memang orang tua disiplin dalam bekerja tapi ia tidak disiplin dalam mendidik anak. ia tak mampu jadi pujaan dan teladan bagi anak-anaknya karena ia hanya bertemu dengan anaknya selama beberapa menit ketika mau berangkat kerja atau ia hanya bicara dengan anaknya ketika ia menyruh anaknya atau ketika anaknya minta uang selebihnya tidak ada.
SEBAB KETIGA, mungkin orang tua membiarkan anaknya bergaul dengan lingkungan yang tidak kondusif. orang tua tersebut membiarkan anaknya bergaul dengan teman yang nakal, tidak suka belajar dan mengambur-hamburkan waktu alias tidak disiplin. Rosululloh bersabda, orang yang bergaul dengan tukang pandai besi ia akan bau seperti besi orang yang bergaul dengan tukang minyak wangi ia akan harum. teman atau lingkungan sangat besar perannya bagi perkembangan karakter seorang anak.
SEBAB KEEMPAT, mungkin kita sebagai orang tua tidak bersungguh-sungguh meminta pada Alloh agar kita diberikan anak yang soleh dan dijadikan orang tua yang mampu jadi teladan dan panutan bagi anak-anaknya. menurut Irawati Istadi dalam buku mendidik dengan cinta, orang tua yang rajin tahajud dan berdoa ketika itu ia akan dikaruniai QOULAN TSAQILA atau ucapan yang berbobot. QOULAN TSAQILA juga dapat berarti kharisma sehingga ketika orang tua tersebut menasihati anaknya ada perasaan hormat (bukan takut) dan semua nasihatnya insya Alloh berbekas di hati anak-anaknya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar