SDN Kopo Elok Jalan Buana No.8 Kopo Elok Kota Bandung. Selamat datang di Blog kami, mari berbagi bersama-sama mencerdaskan tunas negeri untuk Indonesia mandiri dan sejahtera

Kamis, 06 Oktober 2011

Ketika Sains (ayat-ayat kauniyah) dianaktirikan


Ketika Umat Islam beratuhid pada Allah, tidak membeda-bedakan antara ayat Kauliyah dan Ayat Kauniyah, Pada saat itu umat Islam menjelma menjadi umat yang besar, yang menjadi rujukan umat-umat lain dalam mengembangkan peradabannya, termasuk bangsa Eropa.
Pada saat itu lahir ilmuan-ilmuan Islam yang berhasil menemukan dan menyusun berbagai cabang ilmu yang penting bagi perkembangan peradaban manusia, seperti Jabir Ibnu Hayyan (Kimia), Ibnu Sina (kedokteran), Ibnu Kholdun (sosiologi), dll.
Sejak keruntuhan Daulah Umat Islam yang terakhir Turki Usmani sampai saat ini, umat Islam menganggap mempelajari ayat-ayat kauniyah (sains) bukanlah sebuah kewajiban, bahkan ada sebagian golongan yang berpendapat tidak penting mempelajri ayat-ayat kauniyah untuk kemajuan umat ini sehingga akhirnya umat Islam menjadi umat pengekor yang senantiasa mengekor pada bangsa barat akan semua sains dan teknologinya dan akibat yang lebih parah dari kelalaian umat ini akan sains adalah selama berabad-abad umat Islam di berbagai penjuru dunia menjadi jajahan bangsa-bangsa barat sehingga akhirnya umat ini menjadi umat yang miskin dan terbelakang.
Di zaman sekarang ini ,Tugas generasi muda Islam adalah kembali mengokohkan akidah kita dan mempelajari semua ilmu dari Allah baik itu ilmu yang bersumber dari ayat-ayat Kauliyah maupun ilmu yang bersumber dari ayat-ayat Kauniyah dengan sungguh-sungguh dan dengan sepenuh kemampuan agar umat ini kembali bangkit dan dapat meraih kembali fungsinya yaitu Ummatan Wasatho, umat yang menjadi rujukan umat lain dalam berbagai bidang –yang positif tentunya- dan menjadi pemutus atas masalah-masalah yang terjadi di dunia. 



[1]  Terinspirasi dari buku yang ditulis Dr. Ahmad Baiquni Islam dan Ilmu pengetahuan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar