Untuk Sang Munafik
Begitu gersang jiwaku, kemunafikan kurasakan begitu lekat di hati, Ya Robbi aku ingin bersujud di hadapan Mu mengakui semua dosa demi dosa yang sering ku lakukan, memelas mengharap ampun dan ridho Mu. Sudah teramat sering aku berjanji untuk memperbaiki diri, namun aku selalu terbelenggu dan kembali ke lembah kelalaian dan maksiat yang sama yang sering aku lakukan.
Wahai tuhanku aku tahu engkau maha mengetahui. Engkau mengetahui aku lebih dari pengetahuanku akan diriku. Desiran dan bisikan hatiku tidak pernah luput dari pengetahuan Mu. Tapi kenapa aku begitu berani bermaksiat di hadapan Mu, seolah aku tak menghiraukan pandangan Mu.
Ya Allah ya Tuhanku, aku hambamu yang tidak tahu malu, begitu banyak karunia Mu padaku, yang apabila aku hitung, aku tidak akan pernah sanggup menghitungnya. Pagi hari kau selalu mengaruniakan kepadaku kebangkitan setelah kematian semu malam-malamku, oksigen selalu kau alirkan ke paru-paruku, makanan demi makanan kau rizkikan padaku, tanpa aku minta tubuhku selalu mencerna dan memilah milih setiap zat makanan sesuai dengan keperluan organ-organ tubuhku, Kau karuniakan kenikmatan melihat agar aku mampu menikmati indahnya dunia, Kau anugrahkan pendengaran pada ku agar aku mampu mendengar semua nyanyian alam nan indah ciptaan Mu, kau anugrahkan padaku kulit agar aku mampu merasakan semua belaian orang yang mencintaiku. Namun aku tidak pernah mau bersukur atas semua nikmat yang Kau berikan padaku. Aku balas semua nikmat Mu dengan berbagai kemaksiatan yang selalu menghiasi hari-hariku.
Ya Allah, aku malu menyebut diriku muslim, aku malu menyebut diriku taqwa, sementara maksiat itu terus membelenggu jiwaku, kelalaian terus menghiasi hari-hariku, kata-kata bohong terus meluncur dari bibirku, kedengkian terus bersemayam di hatiku, kemunafikanku semakin membuat hati ini hitam dan semakin legam.
Ya Allah, aku tahu siksamu teramat berat bagi orang-orang munafiq sepertiku, dasar neraka telah kau sediakan untuk ku apabila aku tidak mau bangun dari belenggu kemunafikan ini. Ya tuhanku aku tahu begitu rapuh tulang belulang di tubuhku, aku tidak akan sanggup menahan dan merasakan semua adzabmu, aku tidak akan pernah sanggup mencium bau angit rambutku yang terbakar, aku tidak akan sanggup mencium anyir darahku yang keluar bersama letupan kulit yang terbakar dan terkelupas dari tulang di tubuhku, aku tidak pernah sanggup merasakan hancurnya tubuhku berlumuran darah dan nanah kehinaan dibakar oleh api neraka Mu.
Ya Allah, aku hambamu yang tidak punya kuasa atas diriku. Jiwaku terlalu rapuh tanpa pertolongan Mu. Bebaskanlah aku dari belenggu kekerdilan jiwaku, karuniakanlah hidayah Mu padaku. Ya Tuhanku apabila engkau menghendaki aku menjadi hamba Mu yang sholeh, tidak akan berkuasa setan laknatullah menggelincirkan keimananku pada Mu. Ya Allah karuniakanlah nikmat Istiqamah pada diriku agar aku mampu merasakan nikmatnya surga dunia Mu dengan taat dan tunduk padamu.
Kabulkanlah doa hamba yang naïf ini, Ya… Robb!
Alhamdulillah, terima kasih artikelnya bermanfaat
BalasHapusHatur nuhun Pa Gilang udah menyempatkan baca artikel di blog ini !
BalasHapus